Oleh: dr. Rasyidah Fikri Izzudinah
Menyusui adalah proses biologis sekaligus emosional yang kompleks. Salah satu fenomena yang sering membuat Bunda khawatir adalah cluster feeding, yaitu pola menyusui intensif dalam periode singkat. Dalam suatu waktu bayi bisa menyusu terus menerus dengan jeda bisa kurang dari 1 jam. Umumnya momen ini berlangsung di sore hingga malam hari sehingga Bunda merasa kelelahan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa cluster feeding adalah mekanisme alami bayi untuk memastikan kecukupan nutrisi dan menstimulasi produksi ASI.
Cluster feeding adalah periode ketika bayi menyusu berulang kali dalam waktu berdekatan, sering kali berlangsung beberapa jam. Saat berada dalam fase ini bayi Bunda bisa tampak rewel, sering menangis, dan hanya tenang saat menyusu. Biasanya pada usia 2–3 pekan, 6 pekan, dan 3 bulan, bertepatan dengan fase growth spurt.
Dampak bagi bayi
Dampak bagi ibu
Selama menghadapi fase cluster feeding tetap tenang, ya Bun. Diskusikan dengan pasangan atau orang serumah tentang kondisi ini sehingga Bunda bisa tetap fokus membersamai ananda. Beberapa strategi berikut ini bisa Bunda lakukan saat mendampingi ananda dalam fase cluster feeding:
1.Posisi menyusui yang nyaman
Gunakan bantal menyusui atau kursi yang mendukung agar ibu tidak cepat lelah.
2.Skin-to-skin contact
Membantu menenangkan bayi sekaligus meningkatkan hormon oksitosin.
3.Manajemen energi ibu
4.Konsultasi tenaga kesehatan
Jika bayi tidak naik berat badan sesuai grafik WHO, segera konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi.
Dapatkan sekarang