Saat membahagiakan setelah menikah, tak lengkap jika belum hadir buah hati yang ikut serta dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Ada yang segera dititipi janin di dalam rahim sang istri, namun tak sedikit pula yang butuh sabar menanti beberapa waktu hingga akhirnya dipercaya untuk memiliki buah hati.
Kehamilan butuh perlakuan khusus karena ada makhluk kecil yang tumbuh dan berkembang dalam rahim sang istri. Mulai dari asupan makanan yang perlu ditambahkan dari jumlah porsi makanan sebelumnya, hingga aktivitas sehari-hari yang tidak sebebas sebelumnya.
Ingin seperti apa anak kita kelak, maka perlu dipersiapkan sejak awal kehamilan. Karena apa yang dilakukan selama hamil kelak akan turut mempengaruhi anak kita, baik di masa kanak-kanak mau pun setelah dewasa kelak.
Salah satu hal perlu dipersiapkan sebelum persalinan adalah tentang ASI dan menyusui. Meski merupakan proses alamiah, tetapi perlu ilmu, perlu kesiapan fisik dan psikis. Menyusui tidak selamanya berjalan mulus, jika tanpa bekal maka akan mudah goyah dan tergoda memberikan pengganti ASI.
Sejak awal kehamilan sudah perlu diniatkan untuk memberikan nutrisi terbaik, ASI. Saat ini banyak informasi yang bisa kita peroleh di media online. Seminar gratis tentang ASI dan menyusui pun sudah banyak diadakan. Buku-buku pun sudah banyak tersedia. Semakin banyak yang sadar akan keunggulan ASI yang tak tertandingi. Tinggal kita yang memilih, mau belajar melalui media apa.
Tidak hanya ilmu, yang tak kalah penting adalah dukungan keluarga, terutama suami dan orang-orang serumah serta karib kerabat yang mungkin berpengaruh. Jika di keluarga kita pemberian ASI eksklusif belum rutin dilakukan, maka perlu menyampaikan keinginan kita jauh hari sebelum lahiran agar memudahkan nantinya memberikan ASI saja. Ketidakberhasilan memberikan ASI salah satu penyebabnya karena orang-orang sekitar yang menyampaikan informasi yang tidak benar karena ketidaktahuan mereka.
Tangisan bayi di hari-hari pertama kelahiran sering kali dianggap hanya pertanda lapar. Padahal, tangisan adalah bentuk komunikasi bayi. Jika popoknya basah hanya bisa menangis, pengen dipeluk juga nangis, kaget atau tidak nyaman juga nangis, ngantuk pun hanya bisa nangis. Apalagi hari pertama adalah masa adaptasi dari rahim selama 9 bulan di mana segala kebutuhannya terpenuhi tanpe perlu menangis, kemudian lahir ke dunia dengan suasana baru.
Volume lambung bayi pada hari pertama kelahiran hanya sebesar kelereng yang bisa menampung 5 - 7 ml atau 1 sendok teh ASI setiap kali menyusu. Wajarlah jika saat diperah, ASI tidak menetes. Karena berbeda dengan hisapan bayi yang bisa merangsang pengeluaran ASI. Kondisi seperti ini, jika tanpa ilmu dan dukungan keluarga, maka akan mudah tergoda memberikan pengganti ASI. Apalagi saat ini produk komersial pengganti ASI sangat mudah diperoleh bahkan di kios-kios kecil di pinggir jalan.
Padahal menyusui adalah perintah Allah sebagaimana tercantum dalam QS Al Baqarah ayat 233 yang artinya:
"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan."
Jika Allah yang memerintahkan, insya Allah akan dimudahkan dalam melaksanakan. ASI tak perlu diragukan lagi kandungan nutrisinya, ciptaan Allah pasti yang terbaik, tiada tandingannya.
Dapatkan sekarang