Setiap ibu yang yang melahirkan, dianugerahi makanan gratis yang langsung diciptakan oleh Sang Maha Sempurna. ASI adalah satu-satunya makanan terbaik untuk bayi hingga usia 6 bulan. Dan masih tetap dilanjutkan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi bayi dan anak hingga usia 2 tahun atau lebih.
ASI yang pertama kali keluar saat bayi baru lahir berupa cairan bening kekuningan. Itulah makanan pertama yang disebut kolostrum. Peran kolostrum bukan hanya menyediakan kebutuhan nutrisi, tetapi terutama bermanfaat memberikan kekebalan tubuh pada bayi.
Apa saja yang ada di dalam kolostrum?
1. Sel hidup
Kolostrum mengandung sekitar 5 juta sel per mL, yang kemudian jumlahnya menurun 10 kali lipat pada ASI matur. 90% sel darah putih berupa makrofag, yang mampu memusnahkan bakteri jahat.
2. Laktoferin
Laktoferin mengikat dan mengangkut zat besi, sehingga memberikan perlindungan terhadap infeksi dengan menjauhkan zat besi yang dibutuhkan oleh bakteri jahat untuk tumbuh dan berkembang biak.
3. Imunoglobulin A sekretori
IgA sekretori merupakan zat kekebalan tubuh utama dalam ASI dan berperan penting dalam beberapa hari pertama kehidupan. Imunoglobulin A sekretori 15-40 kali lebih tinggi dalam 24 jam pertama. Usus bayi pada hari-hari pertama kehidupan masih permeabel, terdapat celah di antara sel-sel yang melapisi usus sehingga mudah kemasukan berbagai patogen potensial. Imunoglobulin A sekretori dapat melapisi usus sehingga dapat melawan patogen berbahaya di lingkungan ibu yang juga terpapar pada bayi.
4. Mikrobioma
ASI bukanlah cairan steril. Setelah lahir, bakteri dalam ASI membantu usus bayi membentuk bakteri baik, terutama flora bifidus, yang menghambat pertumbuhan bakteri lain yang lebih berbahaya.
5. Vitamin A
Kolostrum kaya akan vitamin A yang memberikan warna kuning dan memberikan perlindungan kekebalan yang lebih baik bagi bayi.
6. Oligosakarida (HMO)
HMO adalah kelompok karbohidrat yang beragam secara struktural dan sangat melimpah serta unik dalam ASI. HMO berperan sebagai prebiotik yang menjadi makanan bagi bakteri baik untuk membantu membentuk mikrobioma yang sehat, juga dapat mencegah patogen (virus, bakteri, parasit) menempel pada permukaan mukosa bayi, serta bekerja sama dengan bakteri baik untuk memproduksi asam sialat yang merupakan nutrisi penting untuk perkembangan otak dan kognitif. Lebih dari 200 HMO telah ditemukan hingga saat ini, sebagian besar tidak diserap tetapi tetap berada di usus untuk menjalankan perannya.
6. Protein
Protein ASI terdiri dari dua jenis protein yaitu whey (cair, lebih mudah dicerna) dan kasein (dadih, lebih padat, lebih sulit dicerna). Rasio whey: kasein dalam kolostrum adalah 90:10 yang membuatnya mudah dicerna. Rasionya berubah dalam ASI matur menjadi whey: kasein 60:40. Karena kolostrum banyak mengandung whey sehingga sangat mudah dicerna. Kolostrum juga memiliki efek pencahar yang membantu bayi baru lahir mengeluarkan mekonium yang mengandung bilirubin, sehingga dapat mencegah bayi kuning.
7. Faktor Pertumbuhan
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, usus bayi baru lahir bersifat permeabel. Faktor pertumbuhan, termasuk epidermal growth factor, TGF-B dan colony stimulating factor terkonsentrasi tinggi dalam kolostrum sehingga mendorong penutupan celah di antara sel-sel yang melapisi usus.
INTINYA Dibandingkan dengan ASI matur, kolostrum memiliki konsentrasi protein lebih tinggi dan konsentrasi laktosa dan lemak lebih rendah
Kolostrum sebenarnya sudah ada sejak beberapa pekan sebelum kelahiran, sekitar usia kehamilan 16 pekan. Namun, kadar hormon estrogen dan progesteron yang tinggi selama kehamilan mencegah pengeluaran kolostrum. Setelah lahir, kadar hormon perlahan menurun sehingga sehingga mulailah kolostrum dikeluarkan dari payudara. Pada hari-hari pertama, sedikit saja cairan padat ini sudah sangat bermanfaat. Meskipun banyak Bunda yang merasa belum menghasilkan ASI di hari-hari pertama, namun sebenarnya setiap Bunda memiliki jumlah ASI yang tepat.
Dapatkan sekarang