LUKA BATIN
Sumber: canva
Admin
31 Jan 2023 14:44 WITA

LUKA BATIN

Akhir-akhir ini marak terdengar istilah healing. Di sosial media pun jadi istilah yang ngetren. Healing diidentikkan dengan liburan. Biasanya karena jenuh dengan aktivitas harian di ranah publik, atau rutinitas harian lainnya maka mereka pengen jalan-jalan ke tempat yang menyenangkan, seperti ke pantai, atau liburan ke luar kota. Sebenarnya apa itu healing?

Healing artinya penyembuhan, khusus pada penyembuhan psikis atau luka batin. Liburan bagi para pekerja kantoran hanyalah menyenangkan sesaat. Jika kejenuhan di ranah publik dikarenakan pekerjaan yang kurang disenangi, yang tidak "gue banget", yang tidak membuatnya "berbinar", yang tidak membuatnya 4E (Enjoy, Easy, Excellent, and Earn), pun jika pekerjaan yang digeluti selama ini adalah benar-benar sesuai passionnya namun ternyata ada luka batin yang belum pulih dengan teman kantor, maka healing dengan liburan bukanlah pilihan penyembuhan yang paripurna.

Penyebab utama luka batin adalah persepsi tidak positif terhadap sesuatu. Misalnya jika ada seseorang yang menyalahkan perilaku kita, menjelek-jelekkan kita di depan umum, kemudian kita merasa benci dan menganggap orang itu sudah mencemarkan nama baik kita. Maka, terbentuklah luka batin berupa rasa benci. Jika perasaan ini terus dipelihara dan tidak segera berdamai, luka itu lama kelamaan akan semakin parah dan akan bertambah dengan luka batin yang lain.

Sebaliknya, jika kita memandang peristiwa itu dari sisi positif, maka kita bisa berdamai dan tetap bahagia. Bukan kah setiap kejadian itu baik menurut Allah? Bukankah sabar itu berbuah pahala? Bukankah pahala pengghibah akan dihadiahkan pada yang dighibahi? 

Abdurrahman bin Mahdi bahkan pernah berkata

“Andaikan bukan karena benci maksiat kepada Allah, (maka aku akan lakukan maksiat), dan sungguh aku berangan-angan andaikan semua penduduk kota ini mengghibahku. Tidak ada sesuatu yang lebih membahagiakan melebihi orang yang melihat pahala yang tertulis di catatan amalnya, sementara dia tidak pernah mengamalkannya.” (HR. al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 5/305)

Masya Allah... kita hanya perlu mengkondisikan hati agar selalu bisa mencari hikmah, menemukan hal positif dari setiap kejadian. Kita hanyalah pemain peran, ada Allah sang Pengatur, sutradara terbaik. Orang-orang di sekitar kita pun sedang memainkan peran untuk menguji seberapa sabar kita. Apakah kita sudah menjalankan peran sebagai hamba-Nya? Apakah kita sudah ridho dengan segala ketentuan-Nya?

Luka batin hanyalah skenario yang kita buat sendiri. Luka batin hanyalah menunjukkan bahwa kita belum ridho dengan ketentuan Allah. Mari kondisikan hati, membiasakan diri mencari nilai positif dari setiap kejadian. Tenangkan diri sejenak, sebelum bereaksi merespon kejadian yang tidak sesuai harapan. 

Dapatkan sekarang

Sepenuh Cinta, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga
Admin
18 May 2023 10:59 WITA