APAKAH ASI SAYA CUKUP?
Sumber: canva
Admin
31 Jan 2023 14:12 WITA

APAKAH ASI SAYA CUKUP?

Setelah persalinan, mulai terjadi pengeluaran ASI sebagai satu-satunya sumber nutrisi bayi hingga usia 6 bulan. Kolostrum adalah ASI yang keluar di hari-hari pertama,  berwarna kuning keemasan/jingga dan mengandung nutrisi dengan konsentrasi tinggi. Selain memberikan perlindungan pada bayi terhadap berbagai penyakit infeksi, juga memiliki efek laksatif (pencahar) yang dapat membantu bayi mengeluarkan feses/tinja pertama (mekonium) dari sistem pencernaannya sehingga bayi terlindungi dari penyakit kuning (jaundice).

Produksi ASI terjadi dalam tiga tahap/fase. Laktogenesis pertama terjadi sejak akhir trimester 2 atau awal trimester 3 kehamilan. Proses produksi ASI selama kehamilan ini sepenuhnya diatur oleh hormon endokrin dan sistem pengendalian itu disebut sistem kendali endokrin. Pada fase ini, produksi ASI belum terlalu banyak karena ditekan oleh kadar hormon progesteron yang tinggi. Ketika ibu melahirkan, plasenta terlepas dari rahim sehingga menyebabkan kadar hormon progesteron turun. Efek berikutnya, kadar hormon prolaktin yang berperan dalam produksi ASI meningkat. Karena pengeluaran kolostrum setelah kelahiran ini masih diatur oleh hormon, ibu tidak perlu khawatir kolostrum tidak akan keluar (asalkan tidak ada hal-hal yang menghambat pengeluarannya).

Menurut Kelly Bonyata, IBCLC, fase laktogenesis kedua terjadi di 30-40 jam setelah kelahiran. Sedangkan sumber lain menyatakan laktogenesis kedua terjadi pada hari kedua hingga kelima pasca kelahiran. Pada fase ini, kolostrum sudah mulai berubah menjadi ASI transisi. Aliran darah ke payudara meningkat sehingga payudara mulai terasa lebih kencang dan berat. Kadar hormon progesteron terus menurun. Akibatnya, hormon prolaktin terus meningkat sehingga ASI mulai diproduksi lebih banyak yang umumnya sudah terjadi pada hari ketiga dan keempat setelah kelahiran.

Laktogenesis ketiga (galactopoiesis) mulai terjadi antara hari kedelapan hingga hari kesepuluh setelah kelahiran. Pada fase ini, bukan sistem kendali endokrin lagi yang mengatur, melainkan sistem kendali autokrin (lokal). Sistem kendali lokal maksudnya adalah seberapa sering ASI dikeluarkan dan seberapa baik pengosongan payudara. Inilah yang merupakan mekanisme kendali utama produksi ASI, atau sudah berlaku hukum persediaan versus permintaan.

Pada tahap laktogenesis ketiga dan seterusnya, produksi ASI di tiap payudara bergantung pada seberapa sering ASI dikeluarkan (baik disusui langsung atau diperah) dan seberapa baik pengosongan payudara. Jadi, bisa saja satu payudara tidak menghasilkan ASI sama sekali, tetapi payudara yang lainnya tetap berproduksi dengan normal. Menyapih satu payudara saja tetap memungkinkan, misalnya saat ibu mengalami mastitis berulang atau menjalani operasi pada salah satu payudara.

Setelah 6-12 pekan pertama, adalah normal jika payudara bunda mulai terasa kurang penuh, lembut, bahkan kosong. Banyak yang khawatir tentang suplai ASI setelah pekan-pekan awal karena melihat penurunan jumlah ASI yang diperah atau payudara terasa lunak atau kosong. Meskipun jika agak lama tidak menyusui atau memerah, mungkin masih terasa sedikit penuh dan berat.

Perasaan penuh (kadang bahkan bengkak) yang dirasakan selama pekan awal menyusui sebenarnya bukanlah hal yang normal sama sekali, tetapi berarti payudara bunda belum menyesuaikan dengan jumlah ASI yang dibutuhkan bayi. Pada titik tertentu, biasanya sekitar 6-12 pekan (jika mengalami kelebihan pasokan, mungkin perlu waktu lebih lama), suplai ASI akan mulai menyesuaikan dengan kebutuhan bayi dan payudara akan mulai terasa kurang penuh, lembut, atau bahkan kosong. ASI sudah tidak merembes lagi, ASI yang diperah juga tidak sebanyak biasanya. Ini tidak berarti bahwa suplai ASI telah berkurang, tetapi tubuh bunda telah mengetahui berapa banyak ASI yang dikeluarkan dari payudara dan tidak lagi menghasilkan terlalu banyak. Perubahan ini mungkin terjadi secara bertahap atau tampak agak tiba-tiba. Banyak orang tidak menyadari bahwa perubahan payudara ini normal karena begitu banyak yang berhenti menyusui sejak dini dan tidak pernah melihat perubahan ini (atau salah mengartikan perubahan ini sebagai tanda bahwa suplai ASI telah mengering dan menyapih karena perubahan ini).

Mengapa terjadi perubahan? Meskipun produksi ASI telah beralih ke kontrol autokrin (dipengaruhi oleh pengosongan payudara), pengaruh hormonal ekstra pada pekan-pekan dan bulan-bulan awal sering menyebabkan bunda memiliki lebih banyak ASI daripada yang dibutuhkan bayinya. Kadar hormon setelah persalinan awal cenderung meningkatkan volume produksi ASI sehingga ASI tambahan dapat diproduksi jika diperlukan (kebanyakan bunda dapat menghasilkan cukup ASI untuk kembar atau bahkan kembar tiga). Selama beberapa bulan pertama, tingkat prolaktin awal yang tinggi ini secara bertahap menurun ke tingkat awal yang lebih rendah. Setelah titik ini, mungkin lebih mudah bagi tubuh bunda untuk menyesuaikan produksi ASI dengan kebutuhan bayi.

 

Referensi

Buku Pintar ASI dan Menyusui

https://kellymom.com/ages/older-infant/breast-fullness/

Dapatkan sekarang

Sepenuh Cinta, Ringan dan cepat
0 Disukai