MENGELOLA STRES PADA IBU
Sumber: canva
Admin
31 Jan 2023 14:28 WITA

MENGELOLA STRES PADA IBU

Predikat ibu disematkan pada orang yang telah dititipi buah hati. Tentunya perubahan ini membutuhkan adaptasi. Sebelumnya mengurus diri sendiri, kemudian setelah menikah perlu beradaptasi dengan suami yang tentunya berasal dari keluarga dengan kebiasaan berbeda, dan akhirnya dititipi buah hati yang tentunya perlu penyesuaian lagi. Bahkan perubahan-perubahan sejak hamil pun sudah membutuhkan penyesuaian. Namun, jika kita mengenal diri kita dengan baik, insya Allah semuanya baik adanya.

Ada 3 hal yang perlu kita pertanyakan pada diri kita

  1. Dari mana kita berasal?
  2. Saat ini kita sedang apa?
  3. Hendak ke mana kita?

Manusia pertama yang diciptakan Allah berasal dari tanah, kemudian kita berasal dari air mani yang hina. Lantas apakah ada yang perlu kita sombongkan? Manusia diciptakan untuk beribadah di dunia ini, sebagai hamba yang hanya perlu tunduk dan patuh atas segala aturan yang ditetapkan. Hidup di dunia diibaratkan sedang bermain di atas papan permainan, kita hanya perlu ikut aturan Allah berdasarkan Al Quran dan hadits agar bisa menjadi pemenang. Ketika kita bisa mengikuti aturan main-Nya, insya Allah kita akan bisa bertemu Allah di Jannah-Nya. Bukankah tujuan hidup kita semua sama?

Yuk... kita bahas tentang stres. Apa itu stres?

Stres adalah reaksi seseorang baik secara fisik maupun emosional (mental/psikis) apabila ada perubahan dari lingkungan yang mengharuskan seseorang menyesuaikan diri. Stres adalah bagian alami dan penting dari kehidupan, tetapi apabila berat dan berlangsung lama dapat merusak kesehatan kita. Ada 3 hal yang menyebabkan stres

  1. Gagal moved on dari masa lalu
  2. Belum mensyukuri kondisi saat ini
  3. Mengkhawatikan masa depan

Masa lalu sudah tidak bisa diulang, pengalaman dari peristiwa masa lalu yang kurang menyenangkan hanya bisa menjadi pelajaran untuk tidak mengulang hal yang sama di masa kini. Peristiwa kurang menyenangkan di masa lalu yang terus dipikirkan ibarat memutar ulang video di pikiran kita, semakin sering kita putar maka akan semakin menoreh luka di di hati dan pikiran kita. Hal inilah yang menimbulkan stres. Padahal begitu banyak hal yang patut kita syukuri dalam hidup ini. Fisik yang sempurna, berfungsi dengan baik, bisa bernapas dengan baik dengan menggunakan oksigen secara gratis, jantung masih berdetak teratur, masih bisa berjalan dengan baik, dan masih banyak yang kenikmatan Allah yang terhingga. Bersyukur membuat kita berdaya, bermanfaat, dan melesat jauh ke depan. Sebaliknya, fokus pada hal-hal yang kurang menyenangkan membuat kita hanya bisa tetap jalan di tempat bahkan mundur. Selain itu, pikiran kita seringkali mengkhawatirkan masa depan, khawatir tidak bisa membiayai pendidikan anak, sehingga membuat pikiran berandai-andai jauh ke depan. Padahal rizki kita sudah dijamin Allah, yang perlu dikhawatirkan adalah keberkahan yang menyertainya.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا مِنْ دَآ بَّةٍ فِى الْاَ رْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَ يَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

"Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)."

(QS. Hud 11: Ayat 6)

Masa depan hanyalah angan-angan, kita tidak tahu usia kita hingga kapan. Boleh saja merencanakan masa depan tetapi serahkan semuanya pada Allah, Sang Perencana terbaik.

Stres perlu dikelola agar tidak menjadi berlarut-larut sehingga bisa mempengaruhi bukan hanya psikis tapi juga fisik. Jika ada suatu peristiwa yang kurang menyenangkan itu adalah bagian dari permainan hidup di dunia. Bisa saja Allah kirim seseorang untuk menguji seberapa sabar kita menghadapinya. Bukankah setiap takdir Allah itu baik? Semua ada hikmah dalam setiap kejadian. Peristiwa yang kurang menyenangkan adalah bentuk kasih sayang Allah untuk meningkatkan derajat hamba-Nya. 

Dapatkan sekarang

Sepenuh Cinta, Ringan dan cepat
0 Disukai