CHAT YANG ADA RASANYA
Sumber: Tim Witzdam (Unsplash)
Admin
07 Aug 2026 18:28 WITA

CHAT YANG ADA RASANYA

Oleh: Afifah Alimah A

Chat itu punya rasa, gak, sih? Mungkin nggak. Tapi chat tuh bisa bikin kita merasa, kan?

Sebagai orang yang ngirim dan menerima chat, kadang kita tuh udah ngirim yang sebaik-baiknya, tapi si penerima malah mikir kalau kita tuh lagi marah … kok bisa, ya?

Karena latar belakang kita beda-beda. Ada yang dibesarinnya harus balas chat cepat, ada yang orang tuanya gak masalah kalau anaknya gak balas chat, ada yang kalau pesan panjang-panjang tuh malah senang, ada juga yang kalau dikirimin pesan panjang malah menghela napas panjang karena malas baca.

Allah udah ngasih info kok kalau kita tuh beragam di Qur’an surah Al-Hujurat ayat 13.

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَـٰكُم مِّن ذَكَرٍۢ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَـٰكُمْ شُعُوبًۭا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۭ ١٣

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (Al-Hujurat ayat 13)

Nah, persepsi kita itu dipengaruhi dengan latar belakang kita dan ngaruh juga dengan gimana kita berkomunikasi.

Kalau langsung kan ada yang namanya social cues, kayak gestur, ekspresi, intonasi yang gak ada di dalam chat, makanya gampang salah paham.

Tapi tenang! Ada yang namanya digital cues dan salah satunya adalah emoji. Jadi makanya harus belajar ekspresiin chat-nya pakai emoji biar orang lain gak salah paham.

Soalnya, walau kita gak ketemu, di ruang chat doang, emotional contagion alias penularan emosi tuh tetap bisa kejadian yang artinya kamu bisa bikin orang lain sedih dengan chat kamu dan kamu juga bisa ngerasa sedih dengan chat orang lain. Hubungannya resiprokal gitu; saling mempengaruhi satu sama lain.

Cuman tetap aja, kalau kamu lagi bad mood, chat sebagus apa pun bisa kamu persepsikan sebagai chat ngeselin. Kok bisa?

Ada yang namanya mood congruent processing. Jadi perasaan kamu, ngaruh ke cara kamu memaknai sesuatu yang bakalan ngaruh ke persepsi kamu, dan akhirnya ngaruh ke respon kamu nantinya.

Kenapa ya Allah ngasih kita perasaan yang macam-macam sampai kita bisa bikin drama sama orang lain?

Di Qur’an surah Al-Furqon ayat 20, Allah udah jelasin kalau perasaan dan emosi itu diciptakan biar kita bisa sabar. Kan gak seru kalau kita ngerasa tenang dan senang melulu.

وَمَآ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ إِلَّآ إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ ٱلطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِى ٱلْأَسْوَاقِ ۗ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍۢ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ ۗ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًۭا ٢٠

“Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad), melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat.” (Al-Furqon ayat 20)

Tapi, kalau bisa, buka chat tuh pas emosinya lagi stabil, lagi senang, lagi tenang, biar bisa jadi lebih objektif, bisa lebih gampang nyari prasangka baik. Biar gak gampang salah paham.

 

*Ini adalah resume dari materi Islamic Mental Health Series, Chat itu Ibadah: Psikologi Komunikasi Digital dalam Lensa Islam, Episode 2: Pengganti Nada Bicara dan Penularan Emosi via Chat yang dibawakan oleh Hasna Hafizhah Salma, S.Psi., M.Psi., Psikolog

Dapatkan sekarang

Sepenuh Cinta, Ringan dan cepat
0 Disukai